Kawan,
Aku sudah menghapus semua bukti bahwa kau telah mengenalku, sebagaimana permintaanmu.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami minta maaf atas semua yang tidak berkenan. Kami tidak bermaksud seperti itu, menjerumuskan teman sendiri. Tidak, tidak seperti itu. Kami juga tidak ingin menyakiti hati dan perasaan orang lain. Kami tak ingin ada yang tersakiti, serta tak ada niatan untuk menjadikan ‘korban’ bagi pihak lain. Andai itu terjadi, kami mohon maaf.
Kami hanya ingin menyuarakan ketidakberesan yang ada, dan mencoba menjadikannya pemicu, agar orang-orang di sini lebih membuka mata mereka akan ketidakberesan tersebut. Sekali lagi mohon maaf, kami tidak bertendensi apa pun.
“Bagi kami KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.”